Rapat Koordinasi Permohonan Pemanfaatan RMJTS Gempol untuk Pembangunan Boezem dan Pompa Air
Pemerintah Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi terkait permohonan pemanfaatan Ruang Milik Jalan Tol Surabaya (RMJTS) Gempol untuk pembangunan boezem dan pompa air oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan infrastruktur pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air di Kota Surabaya.
Fokus Pembahasan
Rapat membahas rencana pemanfaatan area RMJTS Gempol sebagai lokasi pembangunan boezem dan pompa air, termasuk aspek administrasi, teknis, serta koordinasi dengan instansi terkait mengenai mekanisme pemanfaatan lahan.
Selain itu, dilakukan pembahasan mengenai kesiapan lokasi, kesesuaian peruntukan lahan, serta tahapan yang perlu ditempuh agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:
Membahas permohonan pemanfaatan lahan RMJTS Gempol.
Mendukung pembangunan boezem dan pompa air sebagai infrastruktur pengendalian banjir.
Meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah dan instansi terkait.
Memastikan pemanfaatan lahan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Komitmen Mendukung Infrastruktur Pengendalian Banjir
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Sinergi antar instansi diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan ketahanan kota terhadap potensi genangan.
Penutup
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam proses pemanfaatan RMJTS Gempol untuk pembangunan boezem dan pompa air. Dengan koordinasi yang baik dan perencanaan yang matang, diharapkan pembangunan infrastruktur tersebut dapat berjalan lancar dan mendukung terciptanya sistem drainase Kota Surabaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.
BPKAD Surabaya
Selasa, 28 Juli 2026